Tips Memilih Sepatu Kerja Kantor untuk Wanita

Model-Sepatu-Kerja-Untuk-Wanita
Gambar Sepatu Kerja Untuk Wanita

Sepatu kerja wanita terutama untuk yang bekerja di kantor, umumnya dibuat berdasarkan atas pertimbangan disain simpel yang artinya tidak banyak ornamen yang menghiasi sepatu kerja anda para wanita dan jika di pakai memiliki kesan anggun serta profesional, maka hal ini akan memberi dukungan total untuk penampilan anda waktu memakai pakaian kerja.
Meskipun tiap-tiap perusahaan atau kantor barangkali mempunyai kebijakan penggunaan sepatu serta pakaian sendiri-sendiri, aturan umumnya cenderung sama. Untuk sepatu, yang perempuan umumnya mesti mengenakan sepatu bersama warna serta desain formal, dengan warna yang tak begitu  menyolok. Bahkan, di kantor yang dress code-nya tidak terlampaui ketat, masih ada aturan soal model sepatu dan warnanya apa yang seharusnya dipakai.
Umumnya sebagain besar perusahaan akan mewajibkan karyawannya untuk menggunakan sepatu dengan warna yang kebanyakan warna hitam ,kenapa hitam ? hitam mempunyai kesan untuk sebuah acara resmi

Berbicara soal aturan lingkungan kantor yang mesti wajib anda patuhi karena anda bekerja di tempat tersebut, ada kantor yang mempunyai suasana teramat formal contohnya seperti kantor pemerintah atau kantor biro hukum, kantor bank ,kantor lurah juga boleh buat contoh serta ada yang mempunyai suasana agak kasual contohnya seperti kantor design atau galeri ,kantornya pak bambang ,kantornya mas imam Bahkan, tidak sedikit kantor atau perusahaan yang menetapkan suatu hari yang dinamakan casual Friday, biasanya ini pada hari sabtu ketika perusahaan tersebut masih menerapkan 6 hari kerja untuk karyawannya di mana karyawannya boleh memakai baju yang model kasual tetapi tetap konsisten mentaati norma berpakaian sopan di kantor.

Model sepatu kerja wanita juga dapat menyesuaikan, tergantung bagaimana peraturan  perusahaan anda mengenai jenis sepatu kerja apa yang harus wajib di pakai KARYAWAN. dengan cara apa memilih sepatu yang sesuai buat ke-2 situasi ini? 
Sepatu Kerja Wanita Formal :  harus Simpel, Praktis dan Anggun
Kalau anda bekerja di ruangan yang suasananya cenderung amat sangat formal, misalnya di departemen pemerintahan, bank, kantor biro hukum, kantor asuransi  kantor lurah *bercanda* dan sebagainya, mau tidak mau gaya berpakaian Anda harus dan wajib menyesuaikan. Orang yang berkunjung ke kantor-kantor sebagaimana itu umumnya bakal hilang kepercayaannya jika tampilan anda sebagai karyawan seperti tukang pulung atau rongsokan, maka aturan berpakaian untuk karyawan umumnya amat ketat, termasuk juga aturan bersepatu. tidak heran seandainya sepatu kantor perempuan untuk kantor formal teramat simpel, netral dan tak terlampaui tidak sedikit aksen. 
Sepatu buat ruangan kerja formal mesti berwarna netral, tdk mempunyai aksen yang terlampaui berani, serta mempunyai model yang konservatif. Berikut sekian banyak sample detil model sepatu perempuan yang tepat untuk suasana kantor formal : 
Sepatu hak tinggi disertai ujung lancip serta warna polos, baik yang mengkilap ataupun yang berwarna dop. Ujung lancip berikan kesan teramat anggun serta feminin, serta masih menciptakan penampilan sepatu yang mempunyai ciri khas meski polos tidak dengan aksen. Warna yang dianjurkan dan bahkan umum di gunakan pekerja kantor hitam, coklat tua,  sama seperti hitam dan coklat atau
Sepatu hak model pump rendah bersama ujung membulat, dan bersama rincian warna dan model yang sebagaimana diatas. Sepatu hak rendah (low pump) tepat untuk Kamu yang mau tampil anggun namun kurang terbiasa bersama sepatu hak tinggi. 
Sepatu hak tinggi model Oxford. Sepatu ini miliki aksen tali-temali serupa sepatu formal cowok, tapi kepada perempuan, sepatu ini punyai varian hak tinggi. Sebaiknya pilih varian bersama hak tinggi buat kesan formal dan anggun. 
Kala memilih sepatu kerja kantor untuk wanita bersuasana formal, pastikan Kamu tahu dahulu aturan kantor untuk kategori sepatu yang boleh dipakai.


Meskipun fungsi utama Sepatu sebagai alas kaki, tetapi wanita lebih menganggapnya sebagai perangkat fashion. Karena itu sepatu untuk kerja juga harus fashioned.
Tips ini merupakan cara sederhana dalam memilih sepatu kerja untuk wanita yang pada umumnya ingin tetap tampil menarik dan feminin sebagai karyawan kantor. Bukan dalam pengertian “sepatu kerja” untuk profesi atau perusahaan tertentu yang telah ditentukan dengan standar khusus, hal ini memang lebih memudahkan wanita untuk membeli sepatu meskipun di sisi lain tidak memiliki kesempatan memilih sepatu yang lebih modis.
Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang mengkondisikan karyawati sering berhubungan dengan klien biasanya tidak secara ketat menerapkan ketentuan pakaian, karena juga memperhitungkan pentingnya penampilan karyawati dalam menghadapi klien. Semakin modis karyawati maka akan semakin menaikkan citra perusahaan, sekaligus menjadi bagian dari strategi pemasaran untuk menjaring lebih banyak klien.
Apa untungnya bagi wanita yang berwawasan fashion ?

Wanita yang memiliki kesadaran dan wawasan fashion yang cukup baik jika bekerja di perusahaan tersebut akan memiliki ruang yang luas untuk mengaktualisasikan diri. Sehingga dampaknya juga akan memiliki kepercayaan diri lebih tinggi, merasa lebih nyaman dan sekaligus memiliki peluang peningkatan karir yang lebih besar. Tetapi sebaliknya, karyawati yang “buta” fashion akan cenderung kalah berpenampilan dibandingkan dengan sesama rekan kerja mereka yang lebih fashioned.
Itulah salah satu alasan mengapa banyak artikel dalam blok ini yang meskipun secara khusus berisi tips tentang sepatu wanita, tetapi selalu lebih menekankan pada pentingnya pengembangan wawasan dan kesadaran fashion secara menyeluruh, karena dalam pengertian secara utuh sepatu wanita adalah bagian penting dari fashion. Kecenderungan wanita sebagai konsumen awam akan selalu cenderung tertarik untuk membeli sepatu karena “cinta pada pandangan pertama”.  Artinya, tertarik pada penampilan estetik sepatu itu sendiri, padahal kelak nilai estetiknya itu harus bisa berimbang dan saling melengkapi dengan perangkat fashion lainnya.
Sepasang sepatu wanita yang dipajang dalam etalase atau ditampilkan di layar monitor memang bisa menunjukkan daya tarik yang luar biasa karena keindahannya. Nilai estetiknya mendominasi penampilannya jika sepatu tersebut “berdiri sendiri”. Dalam pengertian bahwa sebagai bagian dari perangkat fashion, sepatu tersebut belum dipadankan dengan perangkat fashion lainnya.
Jika kemudian sepatu wanita itu digunakan, maka ia harus “berkolaborasi” atau “berbagi” secara harmonis dan seimbang dengan perangkat fashion lainnya. Dalam tahap ini fungsi sepatu tersebut sebagai perangkat fashion akan ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat kesadaran dan wawasan fashion penggunanya.
Akibatnya, bisa jadi sepasang sepatu wanita yang berharga jutaan rupiah justru merusak seluruh penampilan penggunanya. Atau sebaliknya, sepasang sepatu murah ternyata  bisa mendukung tenciptanya harmonisasi bagi perangkat fashion lainnya sehingga terjadi efek saling melengkapi dan secara sinergis mendukung penampilan penggunanya dengan optimal.
Dalam banyak kasus terdapat kelompok wanita yang kurang memiliki wawasan dan kesadaran fashion lalu mengkompensasikannya dengan memilih sepatu branded yang mahal. Bisa juga pilihannya lebih cenderung didasarkan pada kekagumannya saat sepatu tersebut nampak paling cantik dibandingkan dengan sepatu-sepatu sejenisnya yang dipajang di etalase. Terpikat oleh daya tarik sepatu tersebut, konsumen lupa untuk memperhitungkan bagaimana kelak sepatu tersebut harus berbagi dengan perangkat fashion lainnya.
Demikian pula dalam memilih sepatu kerja yang pada dasarnya pilihan itu berkisar diantara model-model sepatu yang serba terbatas. Misalnya, Anda tidak mungkin bekerja di kantor dengan  menggunakan high heels atau boots. Kecuali jika Anda memakainya untuk berangkat dari rumah tetapi di depan pintu kantor menggantinya dengan sepatu kerja. Lagipula, tujuan Anda ke kantor adalah untuk bekerja, bukan fashion show.
Model sepatu kerja untuk wanita yang mengesankan bersifat resmi, tetapi mampu memberikan efek elegant dan sekaligus memberikan kenyamanan untuk penggunanya adalah model Kitten atau Puppy. Dalam keluarga sepatu jenis high heels, kedua model tersebut memiliki ukuran tumit paling rendah sampai sedang, ketinggian ini cukup memberikan jaminan keamanan kepada penggunanya.
Dengan menggunakan model sepatu tersebut, sepulang kerja dari kantor Anda bisa singgah ke mall dengan tetap tampil modis. Kedua model ini juga memiliki disain yang beragam pada heelsnya, warna dan bahannya. Baik Kitten atau Puppy bisa tampil dengan disain klassik yang anggun sampai  yang paling norak. Tampilan mereka akan menjadi lebih bervariasi jika ditambah dengan sentuhan Ankle Strap, Sling Back, Mary Jane, T-Bar dan lain-lain.
Jika Anda memilih model Kitten yang pada bagian ujungnya memiliki bentuk runcing seperti model Stiletto, maka bentuk ujung jari-jari kaki Anda juga harus cenderung runcing agar sesuai dengan bentuk ujung sepatu. Jika kurang sesuai, maka Anda harus memesannya secara khusus agar bagian depan dapat disesuaikan dengan bentuk kaki, sehingga Anda bisa tampil dengan nyaman sepanjang hari. 

Sebaliknya jika Anda tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk menunggu pesanan Kitten tersebut sampai jadi, maka pilihlah model Puppy. Model ini memang terkesan agak macho, tetapi justru bisa memberikan kesan tegas kepada pemakainya. Sebagai sepatu kerja, Puppy bisa lebih menjamin keamanan untuk karyawati yang memiliki aktivitas fisik lebih banyak. Top heelsnya yang cukup luas akan lebih banyak membantu menciptakan keseimbangan.
Sepatu ini akan memberikan efek optimal untuk wanita yang ingin berpenamilan konservatif, tegas dan keras jika dipadukan dengan bawahan panjang yang ketat dan berwarna gelap. Untuk rok dengan panjang di bawah lutut dan berwarna terang, lebih disarankan memakai Puppy warna terang dan lembut, misalnya beige atau putih gading. Sepatu model Kitten dan Puppy banyak dijual dalam berbagai style dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai murah sesuai kualitasnya.

Pertimbangan selanjutnya adalah pemilihan bahan. Akan lebih baik jika Anda memilih Kitten atau Puppy yang terbuat dari bahan kulit asli atau suede. Alasannya, Anda akan mengenakan sepatu untuk ke kantor dan memakainya selama jam kerja, sehingga bahan sepatu yang Anda pilih harus bisa menyerap keringat, terutama ada bagian Insole. Yaitu bagian bawah sepatu, yang berada tepat di bawah telapak kaki. Insole biasanya terbuat dari papan kertas selulosa, atau papan sintetis non-woven  yang bersifat dapat menyerap keringat kaki.
Mengenai warna sepatu, sebaiknya pilih warna polos kegelapan. Kesan konservatif justru akan mengundang respek untuk digunakan di lingkungan kantor, apalagi kantor pemerintah. Jika kebetulan gaun bawah Anda adalah seragam kantor berwarna terang dan Anda ingin menciptakan kesan cool, maka pilihlah warna-warna pastel yang lembut, tidak mengkilap dan tidak banyak assesori.
Pada prinsipnya ketiga faktor tersebut merupakan dasar pertimbangan yang bersifat umum untuk memilih sepatu kerja wanita. Untuk pilihan yang lebih individual akan tergantung kepada fleksibilitas lingkungan perusahan masing-masing. Para fashionita bisa memilih dan mempertimbangkan pilihan sepatunya sendiri untuk mendukung agar tetap bisa berpenampilan elegant dan cantik meskipun di tengah-tengah kesibukan pekerjaan, bahkan ketika sedang berada dibawah tekanan akibat beratnya tugas-tugas kantor yang harus diselesaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mudah Merajut Tas Sendiri

Tips Membedakan Tas Gucci Asli Dan Palsu

Bagaimana Cara Membedakan Tas Branded Asli Dengan Tas Branded Palsu